BERNAMA.ID
News Update
Loading...




Berita

[Berita][recentbylabel]

Featured

[Featured][recentbylabel]

Buat web di Bayanaka ID

Minggu, 31 Mei 2026

Rahmat Saleh: Potensi Laut Sumbar Harus Jadi Modal Utama Cetak Generasi Cerdas

Rahmat Saleh: Potensi Laut Sumbar Harus Jadi Modal Utama Cetak Generasi Cerdas

Bernama.id - Padang l Sumatera Barat dianugerahi garis pantai yang membentang luas, mulai dari Pasaman Barat hingga Pesisir Selatan, bahkan menyentuh perbatasan Bengkulu. 

Namun, kekayaan laut yang melimpah ini dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan kebiasaan konsumsi pangan harian masyarakat.

Hal tersebut menjadi sorotan Anggota DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh dalam Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang digelar di Kelurahan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Ahad (31/5/2026). 

Rahmat pun mengajak masyarakat untuk mengubah paradigma pola makan dan lebih mengutamakan ikan sebagai menu wajib di meja makan keluarga.

"Potensi laut kita luar biasa. Karena itu, masyarakat Sumatera Barat seharusnya tidak kekurangan ikan. Jangan sampai kita hidup di daerah yang kaya ikan, tetapi konsumsi ikannya justru rendah," ujar Rahmat di hadapan warga dan tokoh masyarakat yang hadir.

Rahmat juga membagikan pandangannya mengenai efisiensi pengeluaran rumah tangga. 

Menurutnya, di tengah maraknya tren kuliner modern saat ini, masyarakat perlu lebih bijak dalam mengatur anggaran dapur. 

Ikan segar, lanjutnya, adalah solusi protein premium yang jauh lebih ramah kantong dibanding jajanan modern saat ini.

"Kadang kita mengeluarkan Rp20 ribu hingga Rp30 ribu untuk satu porsi makanan modern yang belum tentu memberikan manfaat gizi yang optimal. Padahal dengan nilai yang sama, kita bisa membeli ikan segar dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan seluruh keluarga," jelasnya.

Melalui edukasi yang persuasif, Rahmat berharap masyarakat Sumbar bisa meniru kebiasaan baik negara maju seperti Jepang. 

Berdasarkan pengamatan langsungnya di Negeri Sakura, kedekatan masyarakat setempat dengan konsumsi ikan yang diolah secara sehat terbukti berbanding lurus dengan kualitas sumber daya manusia dan kecerdasan bangsa tersebut.

"Ini menjadi salah satu kebiasaan baik yang patut kita pelajari. Memanfaatkan pangan lokal bukan hanya soal menghemat pengeluaran, tetapi juga tentang membangun pola hidup sehat dan produktif sebagaimana yang dijalani generasi terdahulu," pungkasnya. (red/TPHRS/ABE)
Rahmat Saleh Dorong BUMN Jadi Penyangga Saat Harga Sawit Anjlok

Rahmat Saleh Dorong BUMN Jadi Penyangga Saat Harga Sawit Anjlok

Bernama.id - Padang l Anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit rakyat di Sumatera Barat hingga dilaporkan menyentuh Rp600 per kilogram mendapat perhatian dari Anggota DPR RI Fraksi PKS, Rahmat Saleh. 

Rahmat meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret agar petani tidak semakin terbebani akibat penurunan harga komoditas tersebut.

Rahmat menilai kondisi yang terjadi saat ini perlu menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap pendapatan petani sawit yang selama ini menggantungkan penghasilan dari hasil panen. 

Menurutnya, penurunan harga yang jauh di bawah kondisi normal juga tidak sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

“Turunnya harga sawit yang hampir Rp600 dari harga normal ini merupakan hal yang harus segera direspons pemerintah, terutama sektor-sektor terkait,” kata Rahmat di Padang, Ahad (31/5/2026).

Ia mendorong perusahaan milik negara yang bergerak di sektor perkebunan, termasuk PTPN, untuk ikut menjaga harga sawit di tingkat petani. 

Menurut Rahmat, BUMN harus dapat berperan sebagai penyangga ketika harga pasar mengalami tekanan yang berpotensi merugikan masyarakat.

“PTPN yang selama ini menampung sawit harus melakukan intervensi terkait harga pasar minimal yang diterima petani sehingga tidak menyebabkan petani merugi,” ujarnya.

Kekhawatiran terhadap kondisi petani menguat setelah harga sawit rakyat di sejumlah daerah di Sumatera Barat dilaporkan mengalami penurunan signifikan. 

Bahkan di beberapa wilayah, harga TBS disebut berada pada kisaran Rp600 hingga Rp1.200 per kilogram.

Rahmat menilai gejolak harga tersebut tidak dapat dilepaskan dari dinamika kebijakan ekspor sawit yang saat ini menjadi perhatian pemerintah, termasuk rencana penataan ekspor crude palm oil (CPO) melalui BUMN. 

Dia menyebut setiap perubahan kebijakan besar berpotensi memunculkan respons dari pelaku pasar yang selama ini memiliki kepentingan dalam rantai perdagangan sawit.

“Tentu hal ini tidak lepas dari arahan Presiden terkait ekspor, termasuk CPO dan sawit yang nantinya melalui BUMN. Pasti akan ada reaksi pasar, termasuk dari pihak yang selama ini memiliki kepentingan di sektor tersebut,” katanya.

Selain menyoroti harga sawit, Rahmat juga menyinggung kondisi minyak goreng yang menurutnya masih sulit ditemukan di sejumlah daerah. 

Situasi tersebut dinilai menimbulkan pertanyaan karena kebutuhan pasar tetap tinggi, sementara harga bahan baku di tingkat petani justru mengalami penurunan tajam.

Karena itu, pemerintah diminta memastikan tidak ada praktik yang merugikan petani maupun masyarakat dalam rantai distribusi komoditas sawit dan produk turunannya.

“Ketika kebutuhan meningkat, pasti ada pihak yang bermain. Oleh karena itu pemerintah harus hadir memastikan pihak-pihak yang bermain dan menyebabkan harga turun ini ditindak secara tegas,” ujarnya.

Rahmat berharap langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar dapat segera memberikan hasil positif. 

Dia mengaku memperoleh informasi bahwa sejumlah BUMN terkait telah dipanggil untuk memastikan harga beli sawit di tingkat petani tetap terjaga.

“Kami berharap kebijakan ini berjalan baik. Saya dengar beberapa BUMN terkait juga sudah dipanggil untuk memastikan harga beli sawit di masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. (red/TPHRS/ABE)

Sabtu, 30 Mei 2026

‎Rahmat Saleh Dukung Laporan IKM terhadap Abu Janda, Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum

‎Rahmat Saleh Dukung Laporan IKM terhadap Abu Janda, Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum

Bernama.id - Padang l Anggota DPR RI asal Sumatera Barat, Rahmat Saleh, meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan yang telah diajukan sejumlah pihak terhadap Abu Janda terkait pernyataannya yang mengaitkan istilah "barbar" dengan masyarakat Sumatera Barat.

Rahmat yang juga menjabat sebagai pengurus DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) menilai persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Menurutnya, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.

"Harus ada langkah hukum. Di negara ini tidak ada yang kebal hukum. Laporan yang sudah masuk dari berbagai pihak harus diproses oleh aparat penegak hukum," kata Rahmat di sela kegiatannya di Padang, Sabtu (30/5/2026).

Ia menyebut sejumlah elemen masyarakat telah menempuh jalur hukum terkait polemik tersebut. Setelah sebelumnya DPP IKM melaporkan Abu Janda, terbaru IKM Aceh juga mengambil langkah serupa dengan melaporkan yang bersangkutan ke pihak kepolisian.

Selain itu, sejumlah kelompok masyarakat Minang disebut memiliki pandangan yang sama dan mendukung upaya hukum yang telah ditempuh.

Rahmat menilai proses hukum penting dilakukan agar setiap laporan yang telah diajukan memperoleh kepastian. Menurutnya, langkah tersebut juga dapat mencegah munculnya pernyataan-pernyataan serupa di kemudian hari.

"Kalau tidak (diproses), orang-orang yang seperti itu bisa terus memberikan pernyataan serupa tanpa efek jera. Bahkan jika dibiarkan, hal tersebut bisa dicontoh pihak lain dan berpotensi menimbulkan disintegrasi," ujarnya.

Terkait substansi pernyataan yang menjadi polemik, Rahmat menilai Abu Janda telah mengaitkan istilah "barbar" dengan masyarakat Sumatera Barat. Ia mengatakan masyarakat Minang memiliki identitas dan karakter yang tidak dapat disederhanakan melalui pelabelan semacam itu.

"Pernyataan Abu Janda itu menunjukkan kualitas dirinya. Dia menafsirkan kata 'barbar' dan mengaitkannya dengan masyarakat Sumatera Barat. Padahal kita memiliki ciri khas dan identitas sendiri," katanya.

Di tengah polemik yang berkembang, Rahmat mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Ia meyakini masyarakat Minang mampu menyikapi persoalan tersebut secara dewasa dan rasional.

Menurutnya, masyarakat dapat menilai sendiri sebuah pernyataan, terutama ketika argumentasi yang disampaikan lebih banyak menyerang identitas atau kelompok tertentu dibandingkan mengedepankan gagasan.

"Orang yang memiliki gagasan akan berbicara dengan gagasan, bukan menyerang simbol, identitas, atau suku tertentu," ujarnya.

Rahmat juga menegaskan bahwa masyarakat Minang akan memilih jalur hukum dalam menyikapi persoalan tersebut. Ia optimistis masyarakat tidak akan bertindak di luar koridor hukum yang berlaku.

"Masyarakat Minang, insyaallah, cerdas. Tidak akan emosional dan tidak akan terpancing. Kita menempuh jalur hukum sesuai aturan yang berlaku di negara ini. Saya yakin masyarakat Minang akan mengikuti mekanisme hukum dan tidak bertindak di luar ketentuan yang ada," tutupnya. (Red/TPHRS/ABE)
Apresiasi Presiden, Rahmat Saleh : Kekayaan Alam Harus Dinikmati Seluruh Rakyat

Apresiasi Presiden, Rahmat Saleh : Kekayaan Alam Harus Dinikmati Seluruh Rakyat

Bernama.id - Padang l Anggota DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengambil kembali kawasan hutan yang selama ini dikuasai pihak tertentu.

Menurut Rahmat, selama bertahun-tahun terdapat kawasan hutan negara yang beralih fungsi dan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi.

Ada hampir 2,8 juta hektare kawasan hutan yang telah ditanami kelapa sawit dan kini mulai diambil kembali oleh negara.

"Saya sangat senang dengan Presiden Prabowo Subianto karena berani mengambil langkah yang selama ini tidak dilakukan. Ini langkah yang berani dengan mengambil kembali aset-aset negara yang dikuasai oleh sekelompok kecil orang," kata Rahmat disela-sela kegiatannya di Padang, Sabtu (30/5/2026).

Rahmat mengungkapkan usulan pengambilalihan kembali kawasan hutan tersebut pernah disampaikannya dalam pembahasan di Komisi IV DPR RI.

Dia menilai kekayaan alam Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, bukan hanya dinikmati oleh segelintir pihak.

Hingga saat ini hampir tiga juta hektare lahan telah berhasil dikembalikan kepada negara.

"Salah satu manfaatnya adalah mendukung program-program pemerintah yang bertujuan memberikan kehidupan lebih layak kepada masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis," katanya.

Rahmat berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan.

”Negara harus hadir untuk memastikan seluruh kekayaan alam Indonesia dapat memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” pungkasnya. (red/TPHRS/ABE)
Tingkatkan Kecerdasan Anak, Rahmat Saleh Ajak Warga Padang Gemar Makan Ikan

Tingkatkan Kecerdasan Anak, Rahmat Saleh Ajak Warga Padang Gemar Makan Ikan


Bernama.id - Padang l Anggota DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh mengajak masyarakat membiasakan mengonsumsi ikan guna meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi muda.

Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Safari Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bekerja sama dengan Komisi IV DPR RI di Kelurahan Ujung Gurun, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan konsumsi ikan masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting dan perbaikan gizi keluarga.

Rahmat Saleh mengatakan ikan merupakan sumber protein yang sangat baik bagi pertumbuhan anak dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Ikan itu luar biasa. Salah satu alasan mengapa masyarakat Jepang maju dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik karena ikan menjadi makanan utama mereka," kata Rahmat Saleh.

Dia mengaku telah dua kali mengunjungi Jepang dan melihat langsung tingginya konsumsi ikan segar di negara tersebut.

Menurutnya, pola makan sehat tidak hanya ditentukan oleh jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi juga kualitas dan kandungan gizinya.

"Saya pikir, kalau kita disiplin mengatur pola makan, tidak terlalu sulit membiasakan diri dan keluarga untuk lebih banyak mengonsumsi ikan," ujarnya.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan edukasi mengenai manfaat ikan bagi kesehatan serta pembagian makanan olahan berbahan dasar ikan.

Rahmat berharap gerakan makan ikan dapat diperluas hingga ke lingkungan masjid, kelompok masyarakat, serta lembaga pendidikan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Dia juga mengingatkan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap makanan instan.

"Mi instan memang enak, tetapi tidak baik untuk jangka panjang. Kalau ingin sehat dan kuat, makanlah makanan yang bergizi," katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid P2P Perikanan Kota Padang, Malizar, bersama tokoh masyarakat, garin masjid, guru mengaji, dan pengajar TPA. (Red/TPHRS/ABE)

Jumat, 22 Mei 2026

Rahmat Saleh dan Bupati Padang Pariaman Kolaborasi Kawal Program Kampung Merah Putih

Rahmat Saleh dan Bupati Padang Pariaman Kolaborasi Kawal Program Kampung Merah Putih



Bernama.id - Jakarta l Anggota DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh menyatakan siap mengawal usulan empat Kampung Merah Putih yang diajukan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat pesisir dan nelayan pascabencana.

Komitmen tersebut disampaikan Rahmat Saleh saat menerima kunjungan Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis di Jakarta, Jumat (22/5/2026). 

Pertemuan itu membahas sejumlah program sektor kelautan, perikanan, pertanian, hingga penguatan ekonomi masyarakat melalui koperasi tematik.

“Hari ini Alhamdulillah saya berjumpa dengan Bupati Padang Pariaman. Kita insya Allah berkolaborasi, terutama dalam penanganan pasca banjir, banjir rob, bandang, dan longsor yang terjadi beberapa bulan kemarin,” kata Rahmat Saleh.

Rahmat mengatakan pihaknya akan terus mendorong berbagai program pusat agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah, terutama wilayah yang terdampak bencana.

Menurut dia, sektor perikanan dan pertanian menjadi bagian penting dalam pemulihan ekonomi masyarakat Sumbar, karena banyak warga menggantungkan hidup pada dua sektor tersebut.

Rahmat menilai kolaborasi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan lebih cepat, termasuk dalam penguatan kawasan pesisir dan kelompok usaha masyarakat.

“Tentu kita di DPR akan mengawal seluruh program yang terkait terutama pertanian, perkebunan, dan perikanan yang berada di Sumatera Barat. Kita siap bersinergi dari pusat untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kennedy Azis menyampaikan usulan empat Kampung Merah Putih yang saat ini telah memasuki tahapan survei dan proses administrasi di KKP.

“Alhamdulillah sudah masuk dalam RADISAS, segala siklusnya sudah disurvei. Insya Allah sebentar lagi akan kembali disurvei menurut Pak Ahmad,” kata John Kennedy Azis.

Dia berharap program tersebut dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat pesisir dan nelayan di Padang Pariaman untuk kembali bangkit setelah terdampak bencana dalam beberapa bulan terakhir.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga mengupayakan koperasi Merah Putih tematik untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kelompok usaha. 

Menurutnya, satu kelompok koperasi berpotensi memperoleh dukungan program hingga Rp700 juta.

Dia pun mengapresiasi dukungan Rahmat Saleh yang terus membantu mengawal berbagai program pusat untuk masyarakat Padang Pariaman meski daerah tersebut bukan merupakan daerah pemilihannya.

“Banyak hal lain yang berkaitan dengan program-program di Komisi IV, antara lain alsintan dan lain-lain. Tentu saja masyarakat Kabupaten Padang Pariaman mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Rahmat Saleh,” ujarnya.

Bagi masyarakat pesisir Padang Pariaman, usulan Kampung Merah Putih kini menjadi salah satu harapan agar aktivitas ekonomi nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil dapat kembali tumbuh secara perlahan setelah bencana melanda wilayah mereka. (rel/ikh/TPHRS/ABE)

Rabu, 20 Mei 2026

Harkitnas 2026, Rahmat Saleh Tekankan Pentingnya Adaptasi Teknologi dan Empati Sosial

Harkitnas 2026, Rahmat Saleh Tekankan Pentingnya Adaptasi Teknologi dan Empati Sosial

Bernama.id - Jakarta l Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dinilai menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang terus berkembang pesat.

Anggota DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh mengatakan setiap generasi memiliki tantangan berbeda yang harus dihadapi sesuai perkembangan zaman. 

Menurut dia, Harkitnas yang diperingati setiap 20 Mei tidak hanya berkaitan dengan sejarah lahirnya kesadaran nasional bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi refleksi atas tantangan baru yang muncul pada masa sekarang.

Pada masa awal kebangkitan nasional, perjuangan lebih diarahkan untuk membangun persatuan dan kesadaran melawan penjajahan. 

Namun kini, kata Rahmat, tantangan utama generasi muda terletak pada kemampuan beradaptasi dan bersaing di tengah transformasi digital yang berlangsung sangat cepat.

“Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi momentum untuk membangkitkan kualitas manusia Indonesia agar siap menghadapi era digital dan AI tanpa kehilangan nilai kemanusiaan,” kata Rahmat di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Ia menilai perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari sektor pendidikan, dunia kerja, hingga hubungan sosial di tengah masyarakat. 

Kondisi tersebut membuat banyak jenis pekerjaan mengalami perubahan dan membutuhkan kemampuan baru yang lebih sesuai dengan perkembangan teknologi.

Karena itu, menurut Rahmat, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan akademik semata. Dia menilai generasi muda juga perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, kreativitas, literasi digital, serta etika dalam menggunakan teknologi.

“Teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan empati, rasa peduli, dan semangat gotong royong yang menjadi karakter bangsa,” ujarnya.

Rahmat juga mengingatkan pentingnya pemerataan akses pendidikan dan literasi digital agar transformasi teknologi tidak memunculkan kesenjangan baru di tengah masyarakat.

Dalam momentum Harkitnas 2026, Rahmat mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat belajar dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan zaman. 

Menurutnya, kebangkitan bangsa di era modern tidak hanya sekadar perjuangan fisik, tetapi juga kemampuan menciptakan manusia unggul yang tetap memegang nilai kebangsaan.

“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju teknologinya, tetapi juga bangsa yang manusianya mampu menjaga persatuan, kepedulian sosial, dan jati dirinya,” katanya.

Rahmat berharap semangat kebangkitan nasional dapat menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang dipersiapkan sejak sekarang. (TPHRS/ABE)

Buat web di Bayanaka ID

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done