BERNAMA.ID
News Update
Loading...




Berita

[Berita][recentbylabel]

Featured

[Featured][recentbylabel]

Buat web di Bayanaka ID

Senin, 04 Mei 2026

Di Tengah Gempuran AI, Rahmat Saleh Tegaskan Peran Guru Tak Tergantikan

Di Tengah Gempuran AI, Rahmat Saleh Tegaskan Peran Guru Tak Tergantikan

Bernama.id - Pessel l Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh menegaskan peran guru tetap menjadi fondasi utama dalam pendidikan, terutama dalam membentuk karakter, integritas, dan nilai kehidupan siswa di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).
‎Menurutnya, meskipun teknologi terus berkembang dan berpotensi menggantikan berbagai profesi, ada aspek mendasar yang tidak dapat digantikan, yakni peran manusia dalam membentuk moral dan etika.
‎“Ada aspek yang tidak bisa digantikan oleh AI, yaitu nilai moral dan etika. Peran guru dalam membentuk karakter, membangun integritas, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan tetap menjadi fondasi utama dalam pendidikan,” kata Rahmat Saleh saat menjadi Irup Upacara di SMA N 3 Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (4/5/2026) pagi.
‎Rahmat menekankan selain kecerdasan intelektual, generasi muda perlu memiliki kecerdasan emosional dan kepemimpinan (leadership) sebagai kekuatan utama yang tidak akan tergantikan oleh teknologi.
‎“Emosional dan leadership adalah kekuatan manusia yang autentik. Ini yang akan membentuk siswa menjadi pemimpin masa depan dan mampu menduduki posisi strategis dalam memimpin bangsa,” tegasnya.
‎Rahmat menilai, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi yang pesat. 
‎Dituntut kapasitas berpikir yang kuat, adaptif, dan inovatif yang menjadi kebutuhan utama untuk menghadapi masa depan.
‎“Untuk menaklukkan visi Indonesia Emas 2045, kekuatan intelegensia menjadi catatan utama. Generasi muda harus memiliki kapasitas berpikir yang kuat, adaptif, dan inovatif,” jelasnya.
‎Di sisi lain, Rahmat turut mengapresiasi capaian siswa SMAN 3 Painan, di mana 58% dari total siswa eligible berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) ke berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.
‎Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kualitas intelektual generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus menjadi hasil dari kerja keras siswa, peran guru, dan dukungan lingkungan pendidikan.
‎“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa anak-anak kita mampu bersaing secara nasional. Ini adalah hasil dari kerja keras siswa, peran guru, serta dukungan lingkungan pendidikan yang baik,” katanya.
‎Rahmat berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi.
‎"Sekaligus menjadi momentum bagi dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter," harapnya. (Fardianto)

Minggu, 03 Mei 2026

Dorong Swasembada Pangan, Rahmat Saleh Tinjau Program Jagung Nasional di Pessel

Dorong Swasembada Pangan, Rahmat Saleh Tinjau Program Jagung Nasional di Pessel


Bernama.id - ‎‎Pessel l Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menyebut pengembangan jagung di Sumatera Barat ditargetkan meningkat menjadi 4.000 hektare pada 2026. 
‎Target tersebut naik dibanding realisasi tahun 2025 yang telah mencapai 3.000 hektare.
‎Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung pelaksanaan program swasembada jagung di Kabupaten Pesisir Selatan, Ahad (3/5/2026). 
‎Menurutnya, peningkatan luas tanam menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program nasional.
‎Rahmat mengatakan, Kabupaten Pesisir Selatan menjadi salah satu wilayah strategis dalam pengembangan jagung di Sumbar. 
‎Pada 2025, sekitar 800 hektare dari total 3.000 hektare lahan jagung provinsi berada di daerah tersebut.
‎“Hari ini kita meninjau langsung realisasi penanaman jagung di Ranah Pesisir. Potensinya luar biasa, sepanjang mata memandang lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan jagung,” ujarnya.
‎Rahmat menilai masih banyak lahan yang berpotensi digarap untuk mendukung kenaikan target pada tahun depan. 
‎Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah akan diperkuat agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal.
‎Untuk mendukung peningkatan luas tanam, kata Rahmat, bantuan kepada petani tidak hanya berupa pendampingan, namun juga penyaluran benih jagung agar produktivitas lahan ikut meningkat.
‎“Bantuan bibit sudah kita dorong, tapi yang lebih penting adalah memastikan penanaman benar-benar terjadi dan berkelanjutan,” katanya.
‎Rahmat menegaskan, target 4.000 hektare pada 2026 merupakan bagian dari upaya mensukseskan program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
‎“Ini bagian dari upaya kita menyukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.
‎Keberhasilan target tersebut bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani agar perluasan lahan tanam dapat diikuti peningkatan produksi jagung di Sumbar.
‎"Semua harus berjalan beriringan, tidak bisa sendiri-sendiri, jika kita ingin mencapai target yang telah ditetapkan," harapnya (Fardianto/TPHRS/ABE)
‎Kampung Nelayan Merah Putih Berpeluang Hadir di Pessel, Rahmat Saleh Siap Perjuangkan

‎Kampung Nelayan Merah Putih Berpeluang Hadir di Pessel, Rahmat Saleh Siap Perjuangkan


Bernama.id - Pessel l Wacana pembentukan Kampung Nelayan Merah Putih mencuat dalam kegiatan reses Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, bersama warga Kampung Sei Nipah, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Ahad (3/5/2026).
‎Dalam pertemuan tersebut, tokoh masyarakat Kampung Sei Nipah mengungkapkan proses penjajakan tengah dilakukan untuk memenuhi berbagai persyaratan program, salah satunya penyediaan lahan.
‎Rahmat Saleh menjelaskan, program Kampung Nelayan Merah Putih mensyaratkan ketersediaan lahan sekitar 6.000 meter persegi yang nantinya akan diserahkan kepada negara sebagai bagian dari pengembangan kawasan.
‎“Saat ini warga sedang mencari lokasi Kampung Nelayan Merah Putih. Syaratnya harus tersedia lahan sekitar 6.000 meter persegi yang akan diserahkan ke negara,” ujarnya.
‎Program tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan kawasan nelayan yang terintegrasi, mulai dari aktivitas penangkapan, pengolahan hasil laut, hingga sektor pendukung lainnya.
‎Rahmat menegaskan komitmennya untuk mengawal proses pengusulan program tersebut hingga terealisasi. 
‎Menurutnya, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
‎“Kalau persyaratan terpenuhi, tentu ini akan kita dorong. Program seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” katanya.
‎Rahmat menilai, keberadaan kawasan tersebut nantinya dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan, termasuk meningkatkan produktivitas nelayan serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
‎"Kita akan memastikan aspirasi warga akan menjadi perhatian serius untuk diperjuangkan di tingkat pusat, agar program Kampung Nelayan Merah Putih dapat segera diwujudkan di Pesisir Selatan," pungkasnya. (Fardianto/TPHRS/ABE)
Rahmat Saleh Kawal Aspirasi Petani Gambir, Program Hulu-Hilir Disiapkan

Rahmat Saleh Kawal Aspirasi Petani Gambir, Program Hulu-Hilir Disiapkan

Bernama.id - ‎Pessel l Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan bantuan bibit dan penguatan sistem pengelolaan gambir di Sumatera Barat (Sumbar).
‎Menurutnya, gambir merupakan komoditas strategis yang harus didorong tidak hanya dari sisi budidaya, tetapi juga pengelolaan hingga pemasaran.
‎“Kita ingin menyukseskan hilirisasi gambir. Kita perjuangkan bantuan bibit gambir, pendataan kelompok tani, serta pemanfaatan lahan yang masih siap tanam,” katanya saat menyerap aspirasi masyarakat dan kelompok tani di Kampung Sei Nipah, Kecamatan IV Jurai, Ahad (3/5/2026).
‎Rahmat mengatakan, saat ini masih banyak potensi lahan gambir di Pesisir Selatan yang belum dimaksimalkan. 
‎Hal itu membutuhkan dukungan bibit dan pendampingan sebagai langkah awal untuk meningkatkan produktivitas petani.
‎Selain itu, Rahmat juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem pengelolaan gambir agar memiliki nilai tambah.
‎Pihaknya sendiri telah membawa kementerian terkait untuk membahas skema pengelolaan yang lebih terintegrasi.
‎“Terkait pengelolaan gambir, kita sudah membawa menteri. Sekarang prosesnya sedang dibahas, termasuk sistemnya bersama BTPN,” katanya.
‎Menurutnya, hilirisasi gambir menjadi kunci agar petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga memperoleh keuntungan lebih dari produk olahan.
‎"Kita akan selalu memastikan aspirasi petani akan terus diperjuangkan di tingkat pusat agar program bantuan dan pengembangan gambir dapat segera direalisasikan," katanya.
‎Komitmen tersebut sejalan dengan langkah Rahmat Saleh yang sebelumnya mendorong percepatan hilirisasi gambir di Sumbar.
‎Dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah dan Forkopimda Sumbar bersama Menteri Pertanian pada September 2025, Rahmat menilai Sumbar memiliki posisi penting karena menyumbang sekitar 80 persen ekspor gambir dunia, namun sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah.
‎“Kalau ada pabrik pengolahan, petani bisa memperoleh harga yang lebih baik,” ujarnya saat rapat koordinasi tersebut.
‎Menurutnya, pembangunan industri pengolahan menjadi jalan agar nilai tambah komoditas gambir tidak keluar dari daerah, melainkan dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat Sumbar.
‎Rahmat juga menekankan hilirisasi membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. 
‎“Ini tidak bisa jalan sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama supaya rencana ini cepat terealisasi,” katanya. (Fardianto/TPHRS/ABE)
Kemandirian Yayasan, Rahmat Saleh Tawarkan Unit Usaha Budidaya Ikan Teknologi Tinggi

Kemandirian Yayasan, Rahmat Saleh Tawarkan Unit Usaha Budidaya Ikan Teknologi Tinggi

Bernama.id - Pessel l Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, mendorong transformasi lembaga pendidikan menjadi unit produktif melalui pengembangan budidaya ikan berbasis teknologi, terutama bagi yang berbentuk Yayasan.
‎Hal itu disampaikannya saat berkunjung di Yayasan Cahaya Linggo Madani, SDIT Mardhatilah, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Ahad (3/5/2026).
‎Menurut Rahmat hal itu tidak sekadar program edukasi, tetapi diarahkan menjadi sumber ekonomi berkelanjutan bagi yayasan. 
‎Rahmat menawarkan pembangunan kolam budidaya ikan dengan sistem bioflok maupun Recirculating Aquaculture System (RAS), yang dinilai mampu menghasilkan produksi tinggi meski dengan keterbatasan lahan.
‎“Ini bukan hanya soal pembelajaran, tapi bagaimana sekolah bisa punya unit usaha sendiri yang hidup. Budidaya ikan ini bisa jadi sumber pemasukan jika dikelola serius,” kata Rahmat.
‎Rahmat menekankan pentingnya perhitungan matang sebelum memilih sistem yang akan digunakan. 
‎Menurutnya, aspek biaya awal, operasional, hingga tingkat keberhasilan produksi harus menjadi pertimbangan utama agar program tidak berhenti di tengah jalan.
‎“Kita tidak ingin program ini hanya bagus di awal. Harus dihitung betul mana yang paling efisien dan berkelanjutan, apakah bioflok atau RAS,” ujarnya.
‎Rahmat menilai sektor perikanan budidaya memiliki peluang besar untuk dikembangkan di lingkungan sekolah, terutama karena dapat menggabungkan aspek pendidikan vokasi dengan praktik kewirausahaan. 
‎Model ini dinilai relevan untuk mendorong kemandirian lembaga pendidikan di tengah keterbatasan sumber pendanaan.
‎Selain mendorong program ekonomi produktif, Rahmat juga menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta untuk pembangunan musholla sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap fasilitas pendidikan.
‎Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Yayasan Cahaya Linggo Madani, Ana mengatakan inisiatif tersebut sejalan dengan visi yayasan dalam membangun kemandirian lembaga sejak berdiri pada 2020.
‎Dengan 57 tenaga pendidik dan staf serta lebih dari 240 siswa, pihak yayasan melihat budidaya ikan sebagai peluang strategis untuk mengintegrasikan pembelajaran praktik dengan penguatan ekonomi internal.
‎“Kalau ini berjalan, bukan hanya siswa yang belajar, tapi yayasan juga punya sumber pendapatan tambahan,” ucapnya. (Fardianto/TPHRS/ABE)

Sabtu, 02 Mei 2026

Hardiknas Jadi Momentum, Rahmat Saleh Ajak Warga Bangun Generasi Hebat dari Rumah

Hardiknas Jadi Momentum, Rahmat Saleh Ajak Warga Bangun Generasi Hebat dari Rumah



Bernama.id - Padang l Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Rahmat Saleh mengajak masyarakat memaknai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tidak hanya melalui kegiatan di ruang kelas, tetapi juga lewat upaya membangun keluarga sehat sebagai fondasi lahirnya generasi unggul.

Pesan itu disampaikan Rahmat saat menghadiri kegiatan senam bersama ratusan ibu di Nagari/Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu pagi (2/5/2026).

“Selamat Hari Pendidikan Nasional. Anak-anak yang hebat lahir dari ibu-ibu yang sehat,” kata Rahmat di hadapan peserta.

Kegiatan yang digelar di halaman SMAN 15 Padang itu diikuti 340 peserta yang tergabung dalam 12 kelompok senam. 

Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi dan mengikuti rangkaian acara dengan antusias.

Rahmat menilai peringatan Hardiknas menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa pendidikan tidak berdiri sendiri, melainkan berawal dari keluarga. 

Menurutnya, peran ibu sangat besar dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta kebiasaan positif anak sejak usia dini.

Dia menyebut, ibu yang sehat secara fisik dan mental akan lebih optimal mendampingi tumbuh kembang anak, termasuk dalam proses belajar di rumah. 

Karena itu, perhatian terhadap kesehatan perempuan juga menjadi bagian dari investasi pendidikan jangka panjang.

“Kalau ibunya sehat, kuat, dan bahagia, maka anak-anak juga akan tumbuh dengan baik. Dari rumah itulah pendidikan pertama dimulai,” ujarnya.

Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan senam bersama juga dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi dan mempererat kebersamaan warga. 

Rahmat mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, aktivitas sederhana seperti senam bersama memiliki manfaat besar karena mampu mendorong pola hidup sehat sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Terima kasih kepada para ibu-ibu yang telah mengajak kita untuk senam bersama. Kami sangat mendukung kegiatan ini. Insyaallah ke depan kita akan mencoba menghadirkan event yang bisa memberikan motivasi, misalnya kompetisi sederhana,” katanya.

Rahmat juga membuka peluang menghadirkan lomba dengan hadiah menarik untuk menambah semangat peserta, seperti pemberian kostum senam bagi kelompok terbaik.

Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih rutin dengan jumlah peserta yang terus bertambah. Menurutnya, gerakan hidup sehat di tengah masyarakat sejalan dengan cita-cita Hardiknas, yakni menyiapkan generasi Indonesia yang cerdas, kuat, dan berdaya saing.

“Mudah-mudahan ke depan kegiatan ini semakin berkembang. Kalau sekarang dua kali, ke depan bisa empat kali, dan terus bertambah hingga menular ke seluruh Indonesia,” tutupnya. (Jamaldi/TPHRS/ABE)
Rahmat Saleh Serap Keluhan Nelayan Air Tawar Barat soal Muara Dangkal dan BBM Langka

Rahmat Saleh Serap Keluhan Nelayan Air Tawar Barat soal Muara Dangkal dan BBM Langka

Bernama.id - ‎Padang l Nelayan di Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, mengeluhkan kondisi muara sungai yang semakin dangkal pascabanjir bandang 27 September 2025
‎Hal itu membuat aktivitas melaut terganggu dan diperparah dengan kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
‎Kondisi tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Anggota DPR RI Komisi IV, Rahmat Saleh, saat kunjungan pada Sabtu (2/5/2026) siang. 
‎Para nelayan menyebut tumpukan material lumpur dan kayu di muara membuat kapal sulit keluar masuk, sehingga harus menunggu air pasang untuk melaut.
‎“Sekarang kami tidak bisa bebas keluar masuk muara. Kalau pulang malam atau cuaca buruk, risikonya sangat tinggi,” ujar Didit, perwakilan nelayan.
‎Dia menjelaskan, sekitar 25 hingga 35 nelayan terdampak langsung, dengan puluhan kapal tidak bisa beroperasi normal. Kondisi ini membuat pendapatan nelayan menurun drastis karena waktu melaut menjadi terbatas.
‎Selain masalah pendangkalan, nelayan juga mengeluhkan sulitnya memperoleh BBM untuk melaut. Kondisi ini membuat sebagian kapal bahkan tidak dapat beroperasi sama sekali.
‎“Kalau muara dangkal kami tidak bisa keluar, BBM juga susah. Jadi benar-benar terhimpit,” kata Didit.
‎Menurut nelayan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya sedimentasi tebal serta tumpukan kayu di dasar muara yang memperparah kondisi aliran sungai. 
‎Mereka khawatir, jika tidak segera ditangani, banjir susulan bisa berdampak lebih parah ke permukiman warga.
‎Menanggapi hal itu, Rahmat Saleh menilai persoalan ini harus segera ditangani karena berdampak langsung pada penghidupan masyarakat pesisir. 
‎Rahmat menyebut pendangkalan sungai berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS), namun dampaknya juga menyangkut sektor perikanan yang menjadi lingkup Komisi IV DPR RI.
‎Rahmat menegaskan pentingnya penanganan berbasis data dan kajian teknis yang jelas, termasuk pengelolaan material sedimentasi agar tidak menimbulkan masalah baru.
‎“Ini harus cepat ditangani, tapi juga harus tepat secara kajian. Jangan sampai penanganannya justru menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.
‎Rahmat memastikan seluruh aspirasi nelayan, termasuk persoalan BBM dan akses muara, akan dibawa ke tingkat pusat untuk dicarikan solusi lintas sektor.
‎“Ini akan kita dorong di pusat agar ada solusi nyata untuk nelayan,” tutupnya.

Buat web di Bayanaka ID

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done